Batu nisan di Makam Mbah Tameng yang masih ada. Foto: Ist.
Bahkan, kata Gilang, Sejarawan Almarhum KH. Muktar Jamil mengatakan kalau Mbah Tameng adalah putra dari Sunan Kulon bin Sunan Giri.
Begitu juga KH Achmad Asrori Al Ishaqi (almarhum), semasa hidup menjadikan Mbah Tameng sebagai salah satu pakem andap asor untuk diziarahi sebelum berziarah ke makam Mbah Kanjeng Sunan Giri
Gilang berharap peristiwa hilangnya batu nisan Mbah Tameng dijadikan pelajaran sekaligus pengingat masyarakat lebih peduli dalam melestarikan cagar budaya.
Hal ini sebagai bentuk budaya adiluhung yang dapat diwariskan dari generasi ke generasi dengan mengutamakan tata krama, saling menghormati, dan rendah hati.
"Kami berharap perusak atau pencuri batu nisan Mbah Tameng bisa terkuak," pungkasnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




