Dr. KH. A. Musta'in Syafi'i.
Kejutan yang dahsyat (hari Kiamat) tidak membuat mereka sedih dan para malaikat akan menyambut mereka (dengan ucapan), “Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.”
TAFSIR
Melanjutkan pemberitaan terkait keadaan di neraka, di mana penyembah selain Allah dan yang disembah sama-sama ada di dalam neraka. Berhala sesembahan itu justru menjadi bahan bakar yang menghancurkan dan lebih menyakitkan.
Lalu, pada ayat ini diberitakan perbandingannya, yaitu keadaan orang-orang beriman yang ada di surga. Mereka mendiami al-husna, tempat yang super mewah yang isinya hanya kenikmatan yang sangat bervariasi, jauh dari neraka sehingga sangat eksklusif dan pribadi.
Meskipun dikatakan bahwa neraka itu tempat siksaan yang sangat bising, sangat gaduh dan sangat memekakkan pendengaran akibat jeritan dan tangisan penghuninya, tetapi itu semua tidaklah sampai kedengaran mereka yang ada di surga yang tengah asyik dan bersenang-senang.
Kondisi seperti ini berjalan terus menerus dan abadi, selalu fresh dan menarik, tidak ada bosan dan tidak ada jenuh sehingga membuat penikmatnya tertarik dan selalu tertarik. Tidak pernah istirahat karena kelelahan, bahkan tiada kantuk apalagi tidur. “La yasma’un hasisaha wa hum fima isytahat anfusuhum khalidun”.
Tidak pernah ada perasaan susah ataupun kecewa, tak pernah bersedih apalagi cemas. Hal itu karena para malaikat selalu mendampingi dan menyapa dengan ramah dan menyenangkan.
Mereka siap melayani setiap saat dengan cepat dan tuntas. Bahkan selalu memantapkan hati penghuni surga, bahwa layanan super istimewa inilah sesungguhnya yang dulu sudah dijanjikan. “ hadza yaumukum al-ladzi kuntum tu’adun”.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




