Hebat! Profesor ITS Berhasil Ciptakan Bahan Bakar RON 98 dengan Campuran Plastik dan Biomassa

Hebat! Profesor ITS Berhasil Ciptakan Bahan Bakar RON 98 dengan Campuran Plastik dan Biomassa Hendro Juwono menjelaskan proses degradasi plastik dengan biomasa nyamplung, CPO, dan WCO bersama dengan hasil dan alat penelitian yang digunakan. (Ist)

“Angka RON yang muncul menunjukkan kualitas lebih bagus daripada bahan bakar yang sekarang beredar di masyarakat,” terangnya.

Meskipun angka RON menunjukkan kualitas bagus, tetapi masih ada kekurangan. Untuk membuat limbah plastik menjadi gasoline memerlukan suhu sebesar 400 derajat celcius, di mana dalam membuat suhu tersebut memerlukan tegangan listrik yang cukup besar. Sedangkan untuk biomasa sendiri seperti minyak nyamplung, Crude Palm Oil (CPO), dan Waste Cooking Oil (WCO) hanya memerlukan suhu sebesar 250 derajat celcius.

Untuk menghemat proses biaya, Hendro mencampurkan biomassa nyamplung, WCO, dan CPO tersebut dengan limbah plastik. Ketika biomassa nyamplung, CPO, dan WCO dicampurkan dengan limbah plastik, dalam prosesnya suhu yang diperlukan hanya sebesar 300 derajat celsius.

Selain untuk menghemat pengeluaran yang besar, bahan yang dibutuhkan juga lebih murah dan mudah didapatkan.

Melalui serangkain untuk orasi ilmiah dalam pengukuhannya sebagai Profesor tersebut, Hendro menuturkan bahwa yang ia lakukan turut membantu pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 7 dan 12. Ia berharap riset yang dilakukan dapat membantu penyelesaian masalah lingkungan dan energi.

“Penelitian ini memerlukan kesabaran dan waktu yang cukup lama,” pungkasnya. (msn)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Kilang Minyak Pertamina Terbakar, 5 Luka Berat, 15 Luka Ringan, Ini Suara Greepeace':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO