Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, saat melakukan operasi pasar. (Ist)
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Disperindag menggelar operasi pasar di setiap Jumat selama bulan Ramadan.
Dengan menggandeng jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kegiatan dengan tajuk Operasi Pasar Ramadan Berkah ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja Bupati Muhammad Albarra dan Wakil Bupati Muhammad Rizal Octavian untuk tekan inflasi di Bumi Majapahit.
BACA JUGA:
- HUT ke-733 Kabupaten Mojokerto, Gus Barra Paparkan Beragam Prestasi dan 9 Program Strategis 2026
- Bukan Cuma Senam Bersama, Rangkaian Hari Jadi Mojokerto ke-733 Diwarnai dengan Santunan-Makan Gratis
- PAD Mojokerto Lampaui Target, Gus Barra: Berkat Kerja Sama Antarpihak
- Kiai Asep Targetkan Ketua DPRD, Saan Mustopa Nasdem Terkesan Relawan Gus Bara-Gus Habib Capai 27.000
"Ini operasi pasar Ramadan berkah yang dilakukan setiap hari jumat yang dilakukan di Mojokerto," kata Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra saat diwawancarai usai memantau operasi di Pasar Raya Mojosari, Jumat (7/3/2025).
Gus Barra menjelaskan, tujuan dilakukan operasi pasar di bulan Ramadan untuk menekan inflasi, kenaikan harga kebutuhan pokok jelang Idul Fitri.
"Fungsinya untuk menekan inflasi di Kabupaten Mojokerto dan menstabilkan harga kebutuhan pokok," jelasnya.
Fokus utamanya adalah harga bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging ayam, cabai, hingga bawang.
Pemkab Mojokerto juga menentukan harga sesuai dengan standarisasi yang ditentukan dan tidak ada penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




