Berdasarkan data BPS Jatim, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Probolinggo baik secara prosentase maupun kualitatif berada pada peringkat 4 tertinggi di Jawa Timur.
Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Probolinggo pada tahun 2024 mencapai 191.110 jiwa. Secara presentase mencapai 16,45 persen. Angka tersebut tercatat turun dari sebelumnya 17,19 persen di tahun 2023.
"Walau mengalami penurunan, kemiskinan di Kabupaten Probolinggo terkesan pelan atau lambat. Jadi harus menjadi atensi Pemkab Probolinggo untuk melakukan intervensi lebih masif. Hal ini mengingat bahwa penurunan kemiskinan juga masuk pada Asta Cita ke 6," ucap Gubernur Khofifah.
Tingginya angka kemiskinan juga berdampak pada angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Probolinggo Tahun 2024 sebesar 4,72 persen yang turun 0,01 Persen dari tahun 2023.
Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Probolinggo pada tahun 2024 cenderung lebih rendah dari nasional dan provinsi.
Kemudian terkait nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Gubernur Khofifah menyoriti data BPS Jatim dimana IPM Kabupaten Probolinggo berada di posisi empat terbawah dari seluruh Kab/Kota di Jatim. Ia meminta agar pada RPJMD Kabupaten Probolinggo nantinya dapat mengacu pada Asta Cita ke 4, yaitu meningkatkan SDM kita melalui pendidikan, sains dan teknologi.
"Ini artinya ketika mengintervensi peningkatan IPM di Kabupaten Probolinggo, maka bisa nyekrup dengan Jatim Cerdas dan Jatim Sehat di Nawa Bhakti Satya serta masuk program no. 1 dalam Quick Win yaitu Program Makan Bergizi Gratis," lanjutnya.
Untuk itu, Gubernur Khofifah mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun pondasi yang terukur pergerakannya.
Hal ini sebagai upaya untuk menurunkan AKI, AKB dan stunting sehingga bisa sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Probolinggo.
"Banyak hal yang kita harus bersinergi secara rutin dan intensif. Saya rasa punya semangat yang sama untuk mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang semakin SAE," pungkasnya.(dev/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




