Gubernur Jatim Khofifah dalam sebuah kesempatan meninjau banjir di Lamongan didampingi Bupati Yuhronur, beberapa waktu lalu.
Untuk itu, hingga Rabu (26/2/2024), Pemprov Jatim tercatat telah memberikan bantuan logistik berupa 2.500 kaleng makanan siap saji, 2.500 kaleng tambah gizi, 2.500 kaleng lauk pauk, dan 100 paket hygenkit.
Bantuan logistik tersebut diperuntukkan bagi kegiatan dapur umum mandiri yang didirikan warga. Seperti di Balai Desa Bambe, Balai Desa Krikilan, dan di Masjid Al-Muttaqin Desa Driyorejo.
Sementara, khusus untuk mendukung kegiatan dapur umum di Balai Desa Krikilan, Tim BPBD Jatim mendirikan tenda pengungsi di halaman area setempat.
"Kita juga kirim bantuan personel dan logistik untuk kegiatan dapur umum. Kita ingin pastikan logistik dan dapur umum aman, layanan kesehatan tersedia, serta evakuasi warga tetap berjalan," katanya.
Untuk itu, Gubernur Khofifah juga meminta kesiapsiagaan seluruh pihak. Tak hanya Tim BPBD Jatim, tapi seluruh stakeholder, hingga masyarakat untuk terus waspada dan bersiap diri.
"Saya sudah meminta tim BPBD Jatim untuk terus melakukan pemantauan perkembangan banjir serta evakuasi di lapangan," pungkasnya.
Merespons arahan Gubernur Khofifah, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengungkapkan, hingga Selasa (25/2) malam, tim BPBD masih terus melakukan aksi evakuasi di lapangan. Ia juga akan terus memantau perkembangan banjir yang terjadi di Kabupaten Gresik.
"Banjir di Gresik ini merupakan luapan dari Kali Lamong yang alirannya bergerak dari satu titik ke titik yang lain," katanya.
Gatot menambahkan, hingga Rabu (26/2/2025) sore, kondisi ketinggian air di sejumlah desa di Kecamatan Driyorejo cenderung stabil di kisaran 30 cm hingga 100 cm.
Selain di Gresik, banjir juga melanda sejumlah daerah, seperti di Kabupaten Mojokerto, Jombang, Pasuruan, Sidoarjo, dan Trenggalek. Hanya, di beberapa daerah kondisinya kini telah berangsur surut. (dev/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




