Warga bersiap berebut tumpeng sayuran dan buah-buahan. Foto: MUJI HARJITA/BANGSAONLINE
Ia menjelaskan, ketujuh mata air tersebut adalah Sendang Kamulyan, Desa Krecek, Kecamatan Badas; Sumber Kembangan, Desa Paron, Kecamatan Ngasem; mata air di Makam Gus Mik di Desa Ngadi, Kecamatan Mojo; Sumber Sugihwaras, Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih; air di area situs Adi Pati Panjer, Kecamatan Plosoklaten; Sendang Tirtokamandanu, Desa Menang, Kecamatan Pagu.
"Terakhir, air suci akan diambil di Harinjing, Desa Siman, Kecamatan Kepung, di mana lokasi ditemukannya Prasasti Harinjing sebagai cikal bakal kelahiran Kabupaten Kediri. Pengambil air suci dari 7 mata air ini dilakukan dalam rangka persiapan peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke 1221 pada 25 Maret 2025 nanti," paparnya.
Penetapan Hari Jadi Kabupaten Kediri didasarkan kepada Prasasti Harinjing yang ditemukan pada 1916. Di sana tertulis kata Kadiri, dan dari situlah kata Kediri berasal.
Prasasti Harinjing kini disimpan di Museum Nasional Jakarta. Tulisan dalam Prasasti Harinjing secara umum berisi tentang pembebasan atas pajak dan iuran oleh Rakai Layang Dyah Tulodhong atau Raja Mataram Kuno kepada Bhagawanta Bari atas jasanya membuat tanggul di Sungai Harinjing, sehingga dapat menanggulangi banjir dan meningkatkan hasil pertanian.
Berkat jasanya, maka dianugerahkanlah Prasasti Harinjing pada 25 maret 804 masehi yang sekarang diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Kediri. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




