Foto: Freepik
BANGSAONLINE.com - Umat Muslim menjalankan ibadah puasa wajib selama bulan Ramadhan, dimulai sejak terbit hingga terbenamnya matahari.
Namun, tidak hanya dalam Islam, beberapa agama lain di dunia juga memiliki tradisi berpuasa. Setiap agama memiliki tujuan dan cara pelaksanaan puasa yang berbeda. Lantas, agama apa saja yang menjalankan ibadah puasa?
1. Agama Yahudi
Dalam agama Yahudi, puasa dikenal dengan Ta'anit. Ta'anit dilakukan pada hari besar; Yom Kippur dan Tisha B'av, serta di hari kecil seperti Ester dan Gedhalia.
Mengutip dari laman National Institutes of Health (NIH), Ta'anit Yom Kippur, dilakukan pada hari ke-10 bulan ke-7 dalam kalender Ibrani. Selama puasa, tiap umat tidak diperkenankan makan dan minum selama sekitar 25 jam. Bahkan menyikat gigi tidak diperbolehkan saat berpuasa Yom Kippur.
Praktik ta'anit Yahudi juga tidak boleh dijalankan pada hari Sabat (hari istirahat), kecuali puasa Yom Kippur. Jika puasa jatuh pada hari Sabat, maka para Rabbi akan memutuskan hari pengganti.
2. Agama Kristen
Berpuasa dalam Kristen merupakan cara mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus. Misalnya Puasa Daniel 21 dalam agama Kristen dengan pantangan menyantap makanan enak dan juga berkabung selama itu.
Kristen Ortodoks Yunani mengenal puasa selama 180-200 hari dalam setahun yang diharuskan menjauhi daging, produk susu, dan telur serta memperbolehkan konsumsi makanan sehat.
Macam-macam puasa lainnya dalam Perjanjian Lama antara lain Puasa Musa selama 40 hari 40 malam dan Puasa Ester selama 3 hari 3 malam yang pantang makan dan minum, Puasa Daud yang tidak makan dan berbaring di tanah semalaman, serta Puasa Ayub selama 7 hari 7 malam untuk tidak bersuara.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




