Suhu basal tubuh adalah suhu tubuh saat istirahat, yang sedikit meningkat setelah ovulasi. Cara mengukurnya:
- Gunakan termometer khusus suhu basal.
- Ukur suhu tubuh setiap pagi sebelum bangun tidur.
- Jika suhu meningkat sekitar 0,3–0,5°C selama beberapa hari, itu menandakan telah terjadi ovulasi.
2. Mengamati Lendir Serviks
Lendir serviks berubah sepanjang siklus menstruasi. Saat masa subur, lendir akan:
- Berwarna bening seperti putih telur.
- Lebih licin dan elastis.
- Memudahkan sperma mencapai sel telur.
3. Menggunakan Alat Tes Ovulasi
Alat ini dapat mendeteksi lonjakan hormon luteinizing (LH) yang terjadi sebelum ovulasi. Cara penggunaannya:
- Gunakan alat tes urin saat mendekati masa ovulasi.
- Jika hasilnya positif, ovulasi kemungkinan akan terjadi dalam 24–36 jam.
Faktor yang Mempengaruhi Masa Subur
Meskipun perhitungan kalender bisa membantu memperkirakan masa subur, beberapa faktor dapat mempengaruhi kesuburan, seperti:
- Stres: Dapat mengganggu siklus menstruasi dan ovulasi.
- Pola Makan: Kekurangan nutrisi tertentu dapat mengganggu produksi hormon reproduksi.
- Berat Badan: Berat badan yang terlalu rendah atau berlebih dapat mempengaruhi siklus menstruasi.
- Gangguan Hormon: Kondisi seperti PCOS atau gangguan tiroid dapat menyebabkan ovulasi tidak teratur.
Dari cara tersebut, dapat membantu anda dalam merencanakan kehamilan. Metode kalender, merupakan metode paling sederhana, namun dapat dikombinasikan dengan metode lain seperti suhu basal tubuh, perubahan lendir serviks, atau alat tes ovulasi untuk hasil yang lebih akurat. (rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




