Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Lombok Timur, Sudirman menambahkan BLKI Lombok Timur dibangun diatas lahan seluas 11,7 hektar. "Tanggal 28 Maret lalu diresmikan oleh Menakertrans Muhaimin Iskandar," jelas Sudirman. Dia mengakui jika perusahaan di Lombok Timur masih sedikit karena hanya 600 perusahaan kecil. Padahal, jika sudah ada BLKI mesti ada tenaga kerja yang dilatih sehingga siap kerja.
Untuk
itulah, pihaknya mengusulkan ke Kemenakertrans agar BLKI Lombok Timur lebih
mengutamakan pelatihan untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI). "Kami berharap
TKI dari Lombok Timur bisa mempunyai ketrampilan sehingga bisa bekerja di
sektor industri saat bekerja di luar negeri," harap Sudirman.
Saat ini warga Lombok Timur yang sudah menjadi TKI di luar negeri berjumlah
33.237 orang. Nantinya dengan adanya BLKI, TKI asal kabupaten di ujung
timur di pulau Nusa Tenggara Barat (NTB) bisa mempunyai ketrampilan lebih.
Selain memberi pelatihan kepada calon TKI di sektor industri, BLK Lombok Timur
diharapkan bisa memberi pelatihan di bidang pariwisata.
Apalagi saat ini sudah ada kerjasama dengan salah satu PJTKI yang menyalurkan tenaga kerja bidang wisata di Philipina. "TKI akan direkrut menjadi pegawai di kapal pesiar," tambah Sudirman.
Meski sudah diresmikan, pengoperasian BLKI Lombok Timur masih menunggu kesiapan dari Kemenakertrans. Seperti untuk sarana dan prasarana yang dibutuhkan, termasuk sumberdaya manusia.
Saat mengunjungi BLKI Lombok Timur, ada tiga bangunan yang sudah berdiri di area BLKI, yang berada di Desa Lenek Kecamatan Aikmel Lombok Timur. Tiga bangunan itu saling terkoneksi dan sudah ada beberapa perlengkapan kantor, seperti meja dan kursi. Untuk menuju lokasi gedung BLKI, dari pusat kota Lombok Timur membutuhkan waktu sekitar 40 menit dengan melewati jalan desa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




