Khofifah Indar Parawansa saat meninjau program MBG di SMK PGRI 1 Surabaya
“Tapi dengan standisasi yang terkontrol oleh ahli gizi seperti MBG ini Insya Allah yang mereka konsumsi ini sehat bergizi dan berprotein yang cukup untuk SMA SMK dan Aliyah,” imbuhnya.
Sebab format program MBG ini telah disesuaikan dengan standar kebutuhan kalori dan gizi para siswa di setiap jenjang pendidikan.
Untuk pendidikan dasar mulai PAUD TK hingga kelas 3 SD, menjadi satu kelompok ukuran kalori di setiap MBG yang disajikan.
Kemudian untuk kelas 4 SD hingga kelas 6 SD memiliki ukuran kalori tersendiri. Begitu juga untuk jenjang menengah SMP dan SMA yang rata-rata per porsinya mengandung 500-600 kalori setiap porsinya.
“Harapan kita niatan baik pemerintah ini akan disambut baik pula oleh semua pihak demi menyukseskan program meningkatkan kualitas fisik siswa siswi serta meningkatkan IQ yang signifikan pada anak-anak kita,” tegas Khofifah.
“Dan MBG ini turut memeratakan pemenuhan gizi seluruh generasi masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Dan semoga bisa memberikan support untuk meningkatkan daya saing global,” pungkas Khofifah.
Sementara itu, Ahmad Taulany siswa SMK PGRI 1 mengungkapkan bahwa menu hari ini enak.
“Menunya ayam teriyaki jadi enak. Biasanya kalau nggak ada MBG ya beli di kantin makan siangnya. Alhamdulillah sekarang sudah ada makan siang gratis,” ujarnya.(dev/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




