Dr. KH. Ahmad Musta'in Syafi'ie.
Kok bisa?
Apakah anda pernah melihat wujud angin, bentuknya bagaimana? Meski tak bisa melihat, tetapi kita bisa merasakan kedahsyatannya.
"wa min al-syayathin man yaghushun lah". Jin penyelam itu sangat banyak menghasilkan mutiara, permata untuk menambah kebesaran pamor kerajaan Nabi Sulaiman A.S. sehingga tidak ada yang menandingi aksesoris kerajaan beliau.
Ayat kaji ini juga mengabarkan, bahwa kekayaan laut itu sangat melimpah. Tinggal bagaimana kecerdasan manusia mampu memanfaatannya.
Kata “yaghushun”, menyelam, maknanya meliputi semua keahlian dan piranti penyelaman, termasuk membekali diri dengan oksigen dan lain-lain. Bahkan di daerah laut, beberapa anak laut mampu meyelam cukup lama tanpa bantuan oksigen demi menangkap ikan besar. Ya, karena ahli dan latihan sejak kecil.
Tidak hanya itu, terma “yaghushun”, mengisyaratkan adanya ketahanan laut, utamanya yang bergerak di dasar laut. Hari ini adalah kapal selam.
Negara-negara besar berlomba menciptakan kapal selam anti rudal dll, sehingga sangat ditakuti oleh musuh. Serangan roket bisa mendadak dari dalam air. Kapal selam bisa dengan mudah mengahancurkan musuh di atasnya, tetapi sulit dihancurkan.
"wa min al-syayathin man yaghushu lah". Dari potongan ayat ini tersirat, bahwa di tengah laut juga banyak makhluk yang tak terlihat podo gentayangan di sana sesuai kebutuhan.
Untuk itu, para pengguna jasa lautan, para nelayan, dan pengguna transportasi laut, hendaknya tidak congkak dan tidak menyombongkan diri.
Lebih banyak-banyaklah mendekat kepada Yang Maha Kuasa dan terlindungi dari keusilan mereka. Sudah banyak kisah tentang azab yang turun di laut lepas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




