Koleksi 251 Gol, Ini Rekam Jejak Patrick Kluivert, Pelatih Baru Timnas Indonesia

Koleksi 251 Gol, Ini Rekam Jejak Patrick Kluivert, Pelatih Baru Timnas Indonesia Patricik Kluivert. Foto: Sindonews.com

Jadi kalau dijumlah total ia telah mengoleksi 251 gol.

Kluivert pernah memenangi gelar Liga Belanda, Liga Champions, Piala Super Belanda, dan Piala Super Eropa bersama Ajax. Ia pernah menjuarai Liga Spanyol bersama Barcelona, juga menjuarai Liga Belanda bersama PSV Eindhoven.

Kini Kluivert berusia 48 tahun. Karirnya sebagai pelaih belum mampu meraih trofi utama. Sejak menjadi asisten pelatih di AZ Alkmaar pada 2008, pencapaian terbaik Kluivert adalah membawa Twente U-21 menjuarai Beloften Eredivisie 2011/2012. Kompetisi itu adalah kompetisi strata tertinggi untuk tim cadangan di Liga Belanda.

Ia lalu berkiprah di Liga Australia bersama Brisbane Roar pada Januari 2010. Namun ia lalu kembali ke Belanda. Ia menjadi asisten pelatih di NEC Nijmegen pada Agustus 2010.

Pada musim 2011/2012, Kluivert pindah ke tim junior FC Twente, dan berhasil membawa klub itu meraih gelar juara.

Kluivert pernah didekati federasi sepak bola Curacao untuk menjadi pelatih timnas di negara tersebut pada Maret 2015. Namun ia gagal menjadikan timnas Curacao melaju ke putaran final Piala Dunia 2018. Ia kemudian kembali menjalani peran ganda dengan melatih Ajax A1 atau tim U-19.

Kluivert terus melanglang buana. Memasuki Juli 2016, Kluivert masuk klub Prancis, PSG. Ia menjabat Direktur Olahraga. Kemuian ia menjadi asisten pelatih Clarence Seedorf di timnas Kamerun, sejak Agustus 2018 sampai Juli 2019. Usai meninggalkan Kamerun, Kluivert sempat menjadi direktur akademi di Barcelona. Tapi di klub Catalan itu hanya berlangsung singkat. Pada Mei 2021, Kluivert kembali menangani timnas Curacao tapi menjadi pelatih sementara, sambil menggantikan Guus Hiddink yang terkena COVID-19. Terakhir, Kluivert melatih tim Turki, Adana Demirspor, mulai Juni 2023. Tapi lagi-lagi ia hengkang dengan kesepakatan bersama pada Desember 2023. Statistiknya bersama Curacao adalah empat kemenangan, empat seri, dan enam kekalahan dari 14 pertandingan, sedangkan bersama Adana Demirspor adalah delapan kemenangan, enam seri, dan enam kekalahan dari 20 pertandingan.

Nah, dari rekam jejak itu, mampukah mengantar Timnas Indonesia juara? Kita tunggu saja. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Justin Kluivert Turut Sedih Akan Kegagalan Ayahnya Membawa Timnas ke Piala Dunia':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO