Taleb Jawad al-Abdulmohsen, teroris yang melakukan serangan mobil terhadap pasar Natal di Magdeburg Jerman ternyata seorang Ateis, anti Islam dan pendukung Israel. Foto: Foto/X/one India
Di platform media sosial X, Taleb menggambarkan dirinya sebagai “oposisi militer Saudi”. Dalam biografinya Taleb membuat tuduhan liar terhadap Jerman. Ia mengatakan: “Pemerintah Jerman mengejar pencari suaka perempuan Saudi di dalam dan luar Jerman, untuk menghancurkan hidup mereka, dan ingin mengislamkan Eropa”. Taleb juga mengelola akun Twitter yang bernama “Saudi Ex-Muslims”.
Sikap anti Islam menyala-nyala. Dia menyatakan dukungannya terhadap provokator anti-Islam Inggris Tommy Robinson, partai sayap kanan Jerman AfD. Ia juga mendukung miliarder sayap kanan Elon Musk yang gencar mempromosikan narasi anti-imigran dalam beberapa bulan terakhir.
Taleb menyatakan simpati kepada Israel dan mem-posting ulang tweet juru bicara militer Israel yang berbahasa Arab, Avichay Adraee. Akun media sosialnya memuat materi dari banyak akun anti-Islam, termasuk video grafis yang diberi judul "Seorang wanita Muslim dirajam sampai mati oleh umat Muslim karena dia berselingkuh dengan seorang pria muda di luar nikah. Ini adalah hukum Islam dan Anda akan segera melihat kejadian ini di jalan-jalan kota Anda jika Anda tidak bangun."
Taleb Abdulmohsen sebelumnya telah memberikan wawancara kepada media Jerman dan media internasional serta situs web sayap kanan. Pada tahun 2017, tujuh tahun sebelum dia melakukan serangan mematikannya, The New Arab menerbitkan korespondensi dengannya.
Pada tahun 2019 BBC mewawancarai Taleb. Dia memperkenalkan dirinya, saat itu, sebagai aktivis hak asasi manusia. Surat kabar lokal Jerman; Frankfurter Rundschau, melaporkan lima tahun lalu Taleb datang ke Jerman untuk pelatihan spesialis sebagai psikoterapis. Tapi kemudian mengajukan suaka, setelah dia dilaporkan diancam akan dibunuh karena meninggalkan Islam.
Lima hari sebelum melakukan serangan, dia mencerca pengungsi Suriah di Jerman dalam sebuah wawancara dengan RAIR Foundation yang berhaluan sayap kanan.
“Jerman menyambut baik warga Suriah—termasuk banyak penganut paham Islam—sementara pada saat yang sama menolak orang-orang murtad dari Saudi, orang-orang yang benar-benar melarikan diri dari hukuman mati berdasarkan Syariah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




