“Maka kami beri beliau julukan sebagai ibunya anak-anak yatim dan fuqara. Semoga beliau ditinggikan derajatnya di dunia dan di akhirat,” ujarnya.
Di kesempatan ini, secara khusus Syekh Assayyid Prof Dr Muhammad Fadhil Al Jailani juga memberikan hadiah berupa Kitab Tafsir Imam Al Ghazali untuk Khofifah.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Kajian Tafsir Al Jailani langsung oleh Syekh Fadhil ini sudah berlangsung untuk yang kali sepuluh.
“Kita bersyukur bahwa ini merupakan kajian tafsir Al Jailani yang ke sepuluh. Inisiasi kegiatan ini mulanya pada tahun 2022 saya pernah dihadiahi oleh beliau kitab lengkap tafsir Al Jailani. Namun ketika saya baca sendiri ada beberapa yang saya kurang paham,” kata Khofifah.
“Untuk itu kami mencoba mengkomunikasikan pada beliau agar Tafsir Al Jailani ini beliau bedah secara langsung. Melalui kajian di Masjid Nasional Al Akbar ini, alhamdulillah beliau bersedia,” imbuhnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Syekh Fadhil adalah cicit Syekh Abdul Qadir Jailani yang juga secara nasab ayah dan ibunya merupakan keturunan dari Sayyidina Hasan dan Husein cucu Rasulullah.
Maka beruntung bahwa warga masyarakat Jawa Timur mendapatkan siraman Islam secara langsung dari sosok yang memiliki nasab langsung dari Sayyidina Hasan dan Husein cucu Rasulullah.
“Pada posisi inilah kita bersyukur sekali bahwa kerawuhan Syekh Fadhil. Mudah-mudahan dari cicit Syekh Abdul Qadir Jailani yang memberikan ilmu pada kita semua akan ikut menjadi bagian yang bisa mempermudah kita mendapatkan keberkahan dan surganya Allah SWT,” pungkas Khofifah.
(dev/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




