Foto: Freepik
Penelitian juga membuktikan, setelah 3 bulan mengonsumsi jus delima beserta bijinya, mampu memperkuat perlindungan kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV) sehingga tidak teroksidasi dengan cepat.
Meningkatkan daya ingat
Antioksidan dalam biji buah delima membantu memperbaiki kehilangan memori yang diakibatkan karena penuaan. Fitonutrien yang terkandung membantu mengurangi stres oksidatif di otak, yang dapat mendukung retensi memori jangka panjang dan pendek. Penelitian lain menunjukkan bahwa antioksidan dalam biji buah delima dapat menurunkan peradangan yang berkontribusi terhadap perkembangan penyakit kognitif seperti penyakit alzheimer.
Antikanker
Tingginya tingkat antioksidan dalam buah delima dapat mengurangi berbagai peradangan dan memperlambat pertumbuhan serta penyebaran tumor yang ada pada tahap awal beberapa jenis kanker.
Mengurangi Nnyeri sendi
Mengonsumsi biji delima dapat membantu mengurangi pembengkakan atau nyeri sendi. Hasil penelitian membuktikan dapat mencegah osteoartritis, suatu jenis artritis umum yang terkait dengan penuaan atau cedera di masa lalu.
Mencegah Infeksi
Polifenol dalam buah delima dapat membantu melindungi dari bakteri dan virus termasuk COVID-19. Beberapa penelitian menunjukkan polifenol dapat mencegah virus seperti SARS-CoV-2, penyebab COVID-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




