Hal ini sejalan dengan konsep HAM yang menekankan bahwa setiap orang memiliki hak untuk berpartisipasi secara aktif dalam kehidupan masyarakat tanpa menghadapi hambatan diskriminatif.
"Konflik sering kali muncul dari ketidakadilan atau diskriminasi terhadap kelompok tertentu. Menjaga keharmonisan mencegah potensi konflik, mengurangi ketegangan sosial, dan mendukung terciptanya perdamaian," ucap Khofifah.
Lebih lanjut ia menyatakan, keberagaman yang harmonis menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan sosial dan ekonomi. Ketika semua kelompok merasa dihargai dan dilibatkan, mereka cenderung berkontribusi secara aktif dalam pembangunan masyarakat.
"Tentunya hal ini dapat mendukung proses pembangunan yang pada akhirnya dapat mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat," pungkasnya.
Tahun ini merupakan peringatan Hari HAM Sedunia yang ke-76 tahun, sejak ditetapkannya Deklarasi Universal HAM (DUHAM) oleh Majelis Umum PBB pada 1948. Hari HAM Sedunia atau World Human Rights Day adalah memperingati diadopsinya DUHAM oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Desember 1948.
Sejak itu, setiap tahunnya pada tanggal 10 Desember diperingati sebagai Hari HAM Sedunia. Tahun ini, PBB mengusung tema "Our Rights, Our Future, Right Now" untuk peringatan Hari HAM Sedunia 2024.
Sementara itu, seperti dilansir Kementerian HAM RI, peringatan Hari HAM Sedunia 2024 di Indonesia mengusung tema "Harmoni dalam Keberagaman Menuju Indonesia Emas 2045". (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




