Banjir di Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Jombang.
Banjir juga merendam PT Kimia Farma yang berada di dusun setempat. Bahkan, industri farmasi itu terpaksa memulangkan karyawannya lebih pagi karena jaringan listrik sekitar padam.
Bagi pekerja yang pulang ke arah timur, terpaksa menaiki perahu karet yang sudah disiapkan oleh BPBD Jombang, karena jalan desa sebelah timur genangan airnya lebih dalam.
Perangkat Desa Jombok, Zainal, menyebut di Dusun Beluk terdapat sekitar 380 KK (Kepala Keluarga). Begitu juga rumah di sana, jumlahnya mencapai ratusan.
"Banjir sudah masuk ke rumah-rumah itu," cetusnya.
Zainal mengatakan, banjir bermula dari hujan deras pada Jumat (6/12/2024) malam, dan mengakibatkan Afvour Watudakon meluap dan kemudian air memasuki perkampungan. Hal itu diperparah dengan adanya sumbatan eceng gondok dan kangkung di bibir jembatan.
"Air sungai meluap, lalu masuk ke permukiman warga. Ini sudah dua hari. Mulai Jumat malam hujan deras, Sabtu banjir. Nah, sekarang ini semakin parah. Debit air makin meningkat," paparnya. (aan/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




