Rabu, 15 Juli 2020 16:52

Jamaah asal Jombang ikut jadi Korban Jatuhnya Crane di Mekkah

Minggu, 13 September 2015 20:02 WIB
Jamaah asal Jombang ikut jadi Korban Jatuhnya Crane di Mekkah
Crane yang jatuh di Mekkah. (foto: rony suhartomo/BANGSAONLINE)

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Musibah jatuhnya crane yang menimpa jamaah di kompleks Masjidilharam Makkah Jum'at (11/9) petang, membuat keluarga jamaah was was. Termasuk keluarga jamaah asal Jombang yang memang sudah berada di Makkah sejak (8/9) lalu. Apalagi dalam informasi yang diakses melalui internet, jumlah korban jiwa dan luka-luka terus bertambah.

Kasi Haji Kantor Kemenag Jombang, Nur Habib Adnan, menyampaikan bahwa secara umum kondisi jamaah Jombang tidak ada yang meninggal pasca musibah badai pasir, hujan es yang disusul runtuhnya crane tersebut. Informasi menggembirakan itu didapatkan dari masing-masing ketua kloter yang dihubungi via sambungan seluler.

Namun, diketahui ada satu jamaah asal Dusun/Desa Segodorejo Kecamatan Sumobito, Jombang yang masuk deretan korban luka-luka. Jamaah tergolong risiko tinggi (risti) itu adalah ibu Sainten bin Said (59) tahun, dari kloter 15. Ia terluka karena terkena lemparan benda yang terbuat dari plastik, saat crane terjatuh.

’’Kebetulan beliau berangkat sendiri, saat ini masih dirawat di RSAR, semoga segera diberi kesembuhan,’’ katanya.

Untuk diketahui, jamaah asal kota santri yang berangkat ke tanah suci sudah ditetapkan dalam tiga kloter. Yaitu kloter 14, 15, dan 16. Dari tiga kloter tersebut CJH dibagi berdasarkan KBIH masing-masing. 

Sementara itu, Minan Rohman, salah satu jamaah asal Jombang yang masuk kloter 15 ketika dihubungi via Blackberry Messenger (BBM) menyampaikan, ada satu jamaah Jombang kloter 15 rombongan 2 yang turut menjadi korban jatuhnya crane. Saat ini jamaah atas nama Sainten tersebut sedang dirawat di RS Annur Makkah.

Korban Sainten itu, lanjutnya, merupakan deretan korban keempat dari lima korban luka-luka asal Jatim yang sedang dalam perawatan intensif di rumah sakit. Selain Jombang, di antara korban itu ada yang berasal dari Surabaya, Bangkalan, Jember, dan Magetan. (jbg1/rvl)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Rabu, 15 Juli 2020 12:17 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...