Unirow Tuban menggelar konferensi internasional bertajuk 2nd ICONEST dalam rangka mendukung tercapainya program Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam bidang penguatan pendidikan, sains, teknologi, dan digitalisasi.
Menurutnya, AI adalah konsep luas yang menggambarkan bagaimana mesin meniru kecerdasan manusia. Tapi, manusia tetap harus belajar kecerdasan yang dimiliki.
"Jangan sampai kita ketergantungan dengan teknologi yang membuat kita selalu bergantung," ucapnya.
Sekadar diketahui, 2nd ICONEST merupakan ajang untuk saling berbagi ide dan pengalaman. Konferensi internasional ini diharapkan bisa menjadi salah satu sumbangsih bagi masyarakat luas.
Konferensi internasional yang dilaksakan maraton selama 2 hari tersebut selain dikuti peserta dari Indonesia, juga diikuti peserta dari Irak, India, Inggris, Filipina, Arab Saudi, Malaysia, Australia, Portugal, Mesir, Turki.
Tercatat sebanyak 213 artikel yang disajikan dalam ICONEST kedua.
Selain dihadiri oleh pejabat struktural kampus, turut hadir pula Prof. Dr. Ahmad J. Obaid dari National University of Science and Technology Irak. Dr. Abdul Gofur dari IAIN Madura. Dr. Mutmainah dari Universitas Al Syariah Mandar Sulawesi Barat, pemakalah, dan mitra kampus.
Secara daring, ICONEST kedua juga diikuti oleh Dr. Michael Baron dari Barron Consulting, an Australia Leading Consulting and Training Agencies in the field of digital transformation. Dr. Luis Miquel Cardoso dari Polytechnique Institute of Portalegre, Portugal. Dr. Neyara Radwan dari Suez Canal University, Mesir. Dr. Pastor Reglos A. Jr. dari University of Perpetual Help System Dalta Malino, Philippines. Dr. Eykol Bayram dari University of SINOP Turki. Dr. Eka Apriyani dari IAIN Curup, Indonesia. (wan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




