Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kediri nomor urut 2 Hanindhito Himawan Pramana dan Dewi Mariya Ulfa saat debat.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com – Dalam debat publik kedua Pilkada Kabupaten Kediri 2024 yang digelar KPU, Calon Bupati Hanindhito Himawan Pramana mendapat pertanyaan dari Cabup Kediri nomor urut 1, Deny Widyanarko soal pemukiman kumuh.
"Bagaimana upaya Mas Dhito dalam menangani perumahan dan pemukiman kumuh di Kabupaten Kediri dan berapa anggaran yang sudah digelontorkan?" tanya Deny, pada segmen ke-4 sesi tanya jawab antar paslon disertai tanggapan.
BACA JUGA:
- Di Tengah Efisiensi, Bupati Kediri Tetap Prioritaskan Pengangkatan 3 Ribu PPPK Paruh Waktu
- Sehari Usai Ditemui Bupati Kediri, Restu Langsung Kembali ke Sekolah
- Tinjau Penerima Bansos Rehabilitasi RTLH, Wali Kota Kediri Ingin Kualitas Hidup Masyarakat Meningkat
- Hapus Kemiskinan Ekstrem, Bupati Kediri Siap Kolaborasi dengan GP Ansor
Dhito membeberkan, di periode pertamanya pihaknya telah menangani sekitar 9.700 rumah tidak layak huni (RTLH). Bahkan, pihaknya berkomitmen bakal meningkatkan perbaikan tersebut menjadi 20.000 rumah sesuai yang tercantum dalam e-RTLH.
"Itu yang akan kita lakukan sesuai program pemerintah pusat yang namanya Kotaku, Kota Tanpa Kumuh," target Dhito.
Merespons pernyataan itu, Deny menyebut jika jumlah permukiman kumuh bertambah dari 6 desa menjadi 25 desa selama 3,6 tahun kepemimpinan Dhito.
Dhito pun membantah pernyataan tersebut. Pasalnya, pada tahun 2020, luas kawasan kumuh di Kabupaten Kediri mencapai 273,74 Ha. Sedangkan pasca kepemimpinannya, luas kawasan kumuh menjadi 52,32 Ha dengan penanganan mencakup 166,52 Ha pada 2023.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




