Pj Adhy Karyono Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Peduli Penyiaran 2024 oleh KPID Jatim

Pj Adhy Karyono Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Peduli Penyiaran 2024 oleh KPID Jatim Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono di Anugerah Penyiaran KPID Jatim 2024

Untuk itu, Pj Gubernur Adhy mengapresiasi dengan adanya gelaran anugerah penyiaran ini. 

Dikatakannya acara ini adalah sebuah bentuk apresiasi kepada lembaga penyiaran yang berjuang menghadirkan program berkualitas, mengedukasi dan membawa dampak positif bagi masyarakat.

“Di tengah kemajuan teknologi dan tantangan penyiaran digital yang sangat dinamis, dedikasi lembaga penyiaran untuk tetap menyajikan konten yang bermutu dan beretika adalah upaya yang patut kita dukung dan apresiasi,” tuturnya.

“Terlebih lagi, juga diberikan penghargaan Lifetime Achievement Award kepada dua tokoh besar bangsa, yakni KH. Hasyim Asy’ari dan Bung Tomo yang merupakan tokoh yang menjadi Inspirator dan penggerak siaran kemerdekaan Indonesia,” tambah Adhy

Oleh karenanya, Pj Gubernur Adhy berharap dengan diadakannya anugerah ini, menjadi motivasi dalam menghasilkan karya-karya yang berkiprah membawa kemajuan bagi dan Indonesia.

“Selamat kepada seluruh penerima anugerah penyiaran Tahun 2024, semoga ini menjadi pelecut dan cambuk untuk terus memproduksi karya yang bermanfaat dan membawa kemajuan bagi bangsa dan negara,” tandasnya

Sementara itu, Ketua KPI Pusat Ubaidillah mengatakan gelaran anugerah penghargaan penyiaran 2024 kali ini memiliki arti yang mendalam, karena dilaksanakan bertepatan dengan nuansa kepahlawanan, karena penyiaran memiliki hubungan yang erat dengan perjuangan pahlawan dalam merebut kemerdekaan.

“Kita akan temukan hubungan penyiaran yang sangat berperan dalam upaya revolusioner kemerdekaan, Bung Tomo memanfaatkan radio sebagai saluran komunikasi perjuangan arek-arek Suroboyo. Pidato Bung Tomo yang berkobar-kobar juga dipengaruhi semangat resolusi jihad yang difatwakan Hadratussyeikh Hasyim Asy’ari,” katanya.

Ketua KPI pusat ini juga mengingatkan, meski gelombang tantangan informasi berubah di era disrupsi digitalisasi, hal tersebut janganlah merubah industri penyiaran dalam menyelenggarakan prinsip-prinsip dalam melakukan penyiaran.

“Arsitektur penyiaran boleh saja berubah, teknologi boleh maju dan berkembang cepat, tetapi sebagai jangkar nilai kepahlawanan harus terus disematkan dalam sajian informasi lembaga penyiaran,” pungkasnya. (dev/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video ' Harga Sembako di Jawa Timur Meningkat Drastis Mulai Desember 2025':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO