Gus Barra saat memaparkan visi dan misi serta program prioritas utama Mubarok.
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Kampanye pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto, Dr, Muhammad Al Barra - dr Muhammad Rizal Octavian (Mubarok) di Desa Tunggal Pager, Kecamatan Pungging, Mojokerto, dihadiri ratusan warga, Jumat (8/11/2024) malam.
Dalam kesempatan itu, Gus Barra -sapaan Muhammad Al Barra- memberikan semangat kepada masyarakat untuk berani membuat sejarah besar bersama Mubarok, dengan mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur.
BACA JUGA:
- HUT ke-733 Kabupaten Mojokerto, Gus Barra Paparkan Beragam Prestasi dan 9 Program Strategis 2026
- Bukan Cuma Senam Bersama, Rangkaian Hari Jadi Mojokerto ke-733 Diwarnai dengan Santunan-Makan Gratis
- PAD Mojokerto Lampaui Target, Gus Barra: Berkat Kerja Sama Antarpihak
- Kiai Asep Targetkan Ketua DPRD, Saan Mustopa Nasdem Terkesan Relawan Gus Bara-Gus Habib Capai 27.000
Gus Barra juga menerangkan program Mubarok bila terpilih dalam Pilbup Mojokerto. Salah satu program prioritas utama adalah akan memindahkan pusat Pemerintahan Kabupaten Mojokerto, dari wilayah kota ke dalam wilayah Kabupaten Mojokerto.
Gus Barra mengakui, membutuhkan anggaran yang besar dalam proses perpindahan itu. Namun, hasil perpindahan dari wilayah kota ke dalam wilayah Kabupaten Mojolerto nanti, justru tambah lebih besar manfaat maupun keuntungannya.
"Pertama, mengangkat harga diri masyarakat Kabupaten Mojokerto. Kedua, pertumbuhan ekonomi yang pesat, karena akan banyak bermunculan gedung maupun pertokoan UMKM dan IKM disekitar kantor pusat pemerintahan Kabupaten Mojokerto yang baru. Ketiga, banyak membuka peluang tenaga kerja baru. Keempat, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), hal ini disebabkan banyaknya transaksi uang dari berbagai jenis usaha yang masuk ke wilayah Kabupaten Mojokerto sendiri," jelas Gus Barra.
"Saya gambarkan beberapa contoh ya, kita punya tanah sendiri, tapi rumah kita berdiri di tanah orang lain. Seharusnya, rumah kita berdiri di tanah kita sendiri. Terus ya, ada sekitar 9 ribuan pegawai Pemkab Mojokerto, kemudian sehari-harinya para ASN itu belanja apapun di wilayah lain atau di luar wilayah Kabuapaten Mojokerto. Itu lumrah, karena pusat Pemkab Mojokerto berdiri di tempat milik wilayah kota, jadi belanja mereka milih yang paling dekat," urainya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




