Dari kiri, Menteri BUMN Erick Thohir, Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso, Presdir PT FI Tony Wenas, Dirut PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) Nico Canter, dan Wamen ESDM Yuliot Tanjung, saat perjanjian jual beli emas. Foto: Ist
GRESIK, BANGSAONLINE.com - PT Aneka Tambang Tbk (Anatam ) memborong 30 ton emas batangan produk PT Freeport Indonesia (PTFI). Jual beli ini ditandai dengan penandatangnan perjanjian jual beli emas dengan kadar kemurnian 99,99 persen antara Presiden Direktur PTFI Tony Wenas dan Direktur Utama PT Antam Nico Canter.
Penandatanganan disaksikan langsung Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung di Jakarta, Kamis (7/11/2024).
BACA JUGA:
- Strategi Hemat Energi Tanpa Mengorbankan Produktivitas
- OJK Percepat Reformasi Pasar Modal Guna Perkuat Likuiditas dan Kepercayaan Investor
- Peran Doktor Ekonomi dalam Merumuskan Arah Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045
- Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru, Pertamina Patra Niaga Prediksi Konsumsi LPG dan BBM Meningkat
"Dengan kerja sama ini, kita menyaksikan MIND ID, Antam dan Freeport Indonesia bersinergi untuk kebaikan bangsa. Indonesia harus menjadi negara mandiri," ucap Erick Thohir dalam sambutannya.
Wamen ESDM, Yuliot Tanjung, menyampaikan peran penting smelter PTFI dalam memajukan industri pemurnian emas di Indonesia.
"Pemerintah telah memberikan mandat kepada PTFI melalui Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) untuk membangun smelter tembaga dan fasilitas pemurnian lumpur anoda atau Precious Metal Refinery (PMR)," katanya.
Yuliot menambahkan, kolaborasi PTFI dengan Antam merupakan bukti nyata komitmen dalam mengembangkan industri pengolahan mineral di Indonesia dan meningkatkan daya saing di pasar global.
Sementara itu, Tony Wenas menjelaskan PMR PTFI menjadi salah satu produsen emas murni batangan di Indonesia dengan kapasitas pemurnian sekitar 50 ton emas dan 200 ton perak per tahun serta platinum group metals yaitu 30 kg platinum, dan 375 kg Paladium.






