Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa, saat bersama masyarakat usai menonton wayang di Nganjuk.
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa, mendorong generasi muda untuk cinta dan melestarikan seni budaya wayang. Hal tersebut diungkapkan saat memperingati Hari Wayang Nasional yang jatuh pada hari ini, Kamis (7/11/2024).
Semangat itu senada dengan apa yang disampaikan saat nonton wayang bareng warga di Sanggar Astha Brata, Nganjuk, Selasa (6/11/2024) malam. Bersama dengan dalang muda Ki Raden Akbar Syahalam, Khofifah mengapresiasi semangatnya dalam melestarikan seni budaya wayang yang saat ini cenderung jarang diminati oleh generasi muda.
BACA JUGA:
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
- Goes To Campus UAC, Gubernur Lemhanas: Dari Rahim Pesantren Lahir Indonesia
- Pemprov dan DPRD Jatim Setujui 2 Raperda Strategis
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
Menurut dia, Dalang Akbar menjadi contoh dan representasi generasi Z yang cinta dan memiliki semangat tinggi untuk melestarikan kesenian wayang di era kekinian. Di kesempatan itu, Dalang Akbar menyebut pelestarian seni budaya terutama wayang sangat penting untuk dilakukan, dan diakui olehnya bahwa wayang disukai sejak muda.
“Saya awalnya juga tidak disetujui orang tua yang background nya keluarga kiai. Tapi seiring waktu karena saya menunjukkan keseriusan dan prestasi, akhirnya alhamdulillah justru didukung,” katanya.
Termasuk difasilitasi dengan adanya Sanggar Astha Brata ini. Sanggar seni budaya yang berlokasi di Jalan Mastrib itu saat ini telah menjadi wadah banyak anak muda untuk belajar seni budaya Indonesia.
Sanggar ini mewadahi generasi muda untuk belajar karawitan, pendalangan, gamelan, dan juga kesenian tari tradisional.
“Semangatnya bahwa menyampaikan kebaikan dan pesan kehidupan bungkus apa saja. Termasuk lewat seni budaya wayang dan menjadi dalang. Yang penting bisa membawa manfaat bagi orang lain,” imbuhnya.
Dikatakan Akbar, fasilitasi untuk belajar seni budaya bagi warga masyarakat Nganjuk terus dilakukan dengan semangat generasi muda terus akrab dengan seni budaya Jawa. Selain itu juga mewadahi hobi minat dan bakat anak muda Nganjuk yang tertarik dengan kesenian Jawa.
“Dan yang terpenting juga adalah agar ada regenerasi. Ketika kesenian kita tidak ada yang meneruskan maka khawatir akan punah,” tegas Akbar.
“Alhamdulillah sejak 2016 sanggar ini berdiri, kini mayoritas anggotanya anak muda. Biasanya kawula muda jika tidak tersalurkan hobinya bisa tersalur di negatif, maka kita ajak untuk menyalurkan minat bakatnya di sanggar ini,” imbuhnya.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




