Kiai Asep disambut hangat oleh warga saat menghadiri kampanye paslon Mubarok.
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Prof. Dr. KH. Asep Saifudin Chalim terus setia mendukung dan mendampingi putranya, yaitu Muhammad Al Barra (Gus Barra) yang kini maju sebagai Calon Bupati Mojokerto.
Kiai Asep hampir selalu hadir tiap kali Gus Barra dan Rizal Oktavian (Mubarok) melakukan kampanye dari desa ke desa.
BACA JUGA:
- PWNU dan 23 PCNU se-Jawa Barat Dukung Kiai Asep Masuk AHWA
- HUT ke-733 Kabupaten Mojokerto, Gus Barra Paparkan Beragam Prestasi dan 9 Program Strategis 2026
- Antre Sedekah Kiai Asep, Ratusan Orang Datang Sejak Pukul 3 Malam di Siwalankerto Surabaya
- Ketua Panitia Muktamar NU Harus Adil dan Netral, Bukan Kubu Kiai Miftah, Bukan Kubu Gus Yahya
Tidak hanya mendampingi, Kiai Asep juga turut memberikan sambutan dan arahan kepada para pendukung maupun warga yang menghadiri kampanye paslon Mubarok.
Dalam arahannya, Kiai Asep selalu mengajak masyarakat Kabupaten Mojokerto bersatu dan kompak dalam mewujudkan Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur, sesuai visi paslon Mubarok.
"Kenapa kita dan untuk apa kita berkampanye damai ini? Yaitu untuk memasyarakatkan maupun mensosialisasikan Mubarok, akronim Muhammad Al Barra dan Muhammad Rizal Oktavian. Mubarok artinya bertabur keberkahan, sedangkan majunya Mubarok sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto itu untuk mewujudkan Mojokerto yang lebih maju adil makmur," ujar Kiai Asep dalam sebuah kesempatan saat kampanye.
Menurutnya, Mojokerto yang maju, adil, dan makmur, dapat menjadi percontohan bagi kabupaten/kota yang lainnya. Dengan demikian, Indonesia yang maju, adil, dan makmur juga akan bisa terwujud.
Kiai Asep menegaskan akan mendukung penuh program-program paslon Mubarok apabila nantinya terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto.
"Saya dengan cara saya, membantu bagaimana Mubarok bisa menang di Pilbup Mojokerto, sehingga dapat mewujudkan Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur," terang Kiai Asep yang merupakan putra Pahlawan Nasional, KH Abdul Chalim.
Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah tersebut melanjutkan, bahwa ada beragam upaya untuk mewujudkan Mojokerto yang adil, makmur, dan sejahtera. Salah satunya dengan memberangus praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




