Ketua Komisi IV DPRD Gresik Muhammad Zaifudin saat bertemu OPD mitra untuk tanya pelaksanaan program. Foto: Ist.
Dalam aksinya, massa menagih janji porsi 60 persen bagi warga lokal setiap ada lowongan pekerjaan di Smelter.
"Kondisi seperti ini tentu menjadi atensi kami di DPRD Gresik untuk segera dituntaskan," ungkap Zaifudin
Sementara saat di Dinas KBPPPA yang dipimpin Titik Ernawati , Komisi IV menanyakan soal penanganan keluarga yang berisiko terkena stunting.

Menurut Zaifudin, selama ini Pemkab Gresik telah menerapkan bermacam program dalam pencegahan stunting. Antara lain, mendorong remaja putri agar mengonsumsi tablet penambah darah di sekolah masing-masing.
Kemudian, mengintegrasikan data stunting melalui aplikasi Gresik Urus Stunting (GUS), hingga mencanangkan program pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita stunting.
"Upaya ini telah berbuah hasil. Angka stunting di Kabupaten Gresik terus menurun. Pada tahun 2021 berada di angka 21%, turun hingga 10,6% di tahun 2023, dan target tahun 2024 di bawah 1 digit (10 persen)," terangnya.
Adapun saat bertemu Kepala Dinkes Mukhibatul Khusnah dan jajarannya, Komisi IV banyak mempertanyakan soal program Universal Health Coverage (UHC).
"Pertemuan ini juga dihadiri oleh KPM (Kepala Puskesmas)," katanya.
Dalam kesempatan itu, Komisi IV meminta penyamaan persepsi soal pendaftaran UHC bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis.
"Program UHC di Gresik sejauh ini sudah berjalan baik, namun masih dibutuhkan perbaikan-perbaikan," pungkasnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






