Perseteruan PAN dan PKB di DPRD Kota Blitar, Koalisi Pilwali Terancam Bubar

Perseteruan PAN dan PKB di DPRD Kota Blitar, Koalisi Pilwali Terancam Bubar Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Blitar, Muhamad Raihan Tsany Azzura.

“Pak Ridho kan sebenarnya dari Partai Demokrat yang hanya dapat satu kursi di DPRD. Kami menerima Pak Ridho di F- karena dititipkan oleh ke F-,” tuturnya.

Ditanya apakah Kota Blitar akan mencabut dukungan ke Paslon Nomor Urut 02 Ibin-Elim pada Pilkada Kota Blitar, Raihan mengaku akan terlebih dulu melakukan konsolidasi ke internal partai.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim mengatakan bahwa pimpinan telah mencoba memfasilitasi tercapainya titik temu antara Fraksi  dan Fraksi  terkait pembagian kursi di AKD.

Namun, tuturnya, tidak ada titik temu antara Fraksi  dan Fraksi  sehingga digelar voting yang dimenangkan Fraksi .

“Dimenangkan F-. Jadi di Bamus F- 2 kursi dan F- 1 kursi,” ujarnya.

Kata Syahrul, formasi personel AKD dapat berubah setelah 2,5 tahun. Namun, ujarnya, Fraksi  telah menyatakan tidak bersedia untuk bergantian dengan Fraksi  mengisi satu kursi bamus tersebut.

Terdapat 25 kursi di DPRD Kota Blitar dimana dari hasil Pemilu 2024 lalu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mendominasi dengan perolehan 8 kursi. Sisanya, berturut-turut adalah dengan 5 kursi, Partai Golkar 3 kursi, 3 kursi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 3 kursi, Partai Gerindra 2 kursi, dan Partai Demokrat 1 kursi.

Pilkada Kota Blitar diikuti oleh dua pasangan calon. Selain pasangan Ibin-Elim, terdapat Pasangan Calon Nomor Urut 01 Bambang Rianto dan Bayu Setyo Kuncoro (Bambang-Bayu) yang diusung PDI-P, Partai Golkar, PPP, dan Partai Gerindra yang total menguasai 16 kursi DPRD Kota Blitar. (ina/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Pasangan Edi Hadiyanto Daftar Bacakada Situbondo ke PPP':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO