“Produk-produk kita, SDM kita, kalah jauh dibanding negara kawasan ASEAN lainnya. Ini perlu dipikirkan bersama dan kami Fatayat NU akan berusaha menemukan pemecahannya, kami cari solusi untuk meningkatkan daya saing perempuan NU di pedesaan-pedesaan,” katanya.
Tak lupa, Fatayat NU juga memikirkan betul keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan munculnya Radikalisme Isis
“Kami sebagai penganut Ahlussunnah Waljamaah dituntut untuk ikut berpartisipasi dalam menghalau semakin berkembangnya berbagai aliran dan kelompok yang mengancam NKRI. Kami dituntut untuk jadi garda terdepan menghalau berbagai aliran dan kelompok tersebut,” tambahnya.
Rencananya, seluruh Pengurus Pimpinan Cabang Fatayat NU se Indonesia sebanyak 400 cabang dengan perkiraan 1500 orang perwakilan akan hadir dalam Kongres. Pengurus Pimpinan Cabang Istimewa Fatayat NU di Malaysia, Taiwan, Hongkong dan Kairo juga direncanakan akan menghadiri Kongres.
Sejumlah menteri, seperti Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Marwan Jakfar, Menteri Ketenagakerjaan RI M. Hanif Dakhiri, Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, M Nasir serta Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nahrawi. Para menteri Kabinet Kerja itu juga dijadwalkan mengisi sejumlah seminar dan diskusi berbagai tema.
“Menteri Agama, Bapak Lukman Hakim Saifuddin dan sejumlah menteri Kabinet Kerja lainnya juga kami undang. Kami ingin hasil Kongres bisa menjadi masukan untuk pemerintah Jokowi-JK ke depan,” sebutnya.
Selain membahas isu-isu terkini, dalam Kongres nanti, Fatayat NU akan melakukan penyempurnaan atas pelaksanaan Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT), penyempurnaan Program Fatayat NU untuk 5 tahun kedepan dan Rencana Jangka Panjang Organisasi Fatayat NU 25 tahun mendatang. Selain itu Mereka juga akan memilih dan menetapkan Ketua Umum PP Fatayat NU periode 2015-2020. (mdr/dur)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




