Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito (duduk, tiga dari kiri) bersama pengurus lainnya. Foto: Ist.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito menekankan perlunya kerja sama berbagai pihak dalam upaya penanganan stunting, angka kematian ibu (AKI), dan angka kematian bayi (AKB).
Ia menegaskan ketiga hal itu menjadi program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab Kediri) yang penanganannya memerlukan kerja sama. Tidak hanya pemerintah daerah, namun juga masyarakat dan organisasi lain.
BACA JUGA:
- Jelang Idulfitri 2026, Pasar Murah di Toyoresmi Kediri Diserbu Warga
- Gandeng Dinsos-Dinkes, BPJS Kesehatan Kediri Sosialisasikan Cara Cek Status dan Reaktivasi PBI
- Buka Pondok Ramadhan, Ketua TP PKK Kabupaten Kediri Ingatkan Pentingnya Peran Ibu saat Puasa
- TP PKK Kabupaten Kediri Gelar Lomba Penyuluhan Pola Asuh dan Pencegahan Stunting
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, angka stunting di Kabupaten Kediri mencapai 16,8 persen. Adapun hasil intervensi yang dilakukan serentak di Juni 2024, angka stunting turun di angka 7,49 persen.
"Ini semua berkat kolaborasi bersama tim percepatan (penanganan) stunting di Kabupaten Kediri," kata Eriani Annisa saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Sleman, Rabu (11/9/2024).
Penurunan serupa terjadi pada AKI dan AKB. Pada 2021, AKI tercatat sebanyak 29 kasus, namaun pada 2022 turun menjadi 11 kasus dan 10 kasus di 2023.
Sementara AKB pada 2021 ada 150 kasus, turun menjadi 122 kasus di 2022 dan 83 kasus di 2023.
Menurut Eriani, penurunan masih bisa dimaksimalkan. Karena itu, pihaknya mengajak semua tim tidak berpuas diri dengan capaian yang ada.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




