Bahaya Pertusis Bagi Anak Jika Tidak Segera Diobati. Foto: Ist
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pertusis merupakan batuk rejan yang terjadi akibat infeksi pada saluran pernapasan dan paru-paru. Adapun gejala pertusis meliputi batuk rejan, demam, pilek dan kelelahan.
Dr. dr. Anggraini Alam Sp.A(K) yang merupakan Ketua Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropis Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa pertusis yang tidak segera diobati bisa menyebabkan saluran nafas lumpuh sehingga batuk tidak mengeluarkan dahak karena racun dari bakteri pertusis.
BACA JUGA:
- Viral Pengendara Motor di Surabaya Bawa Kardus Berisi Barang Harga Rp70 Jutaan
- Viral! Siswa SD di Probolinggo jadi Korban Bullying, Polisi Lakukan Penyelidikan
- Jambret Apes! Nekat Gasak Perhiasan Emak-emak di Blitar, Ternyata Emas Imitasi
- Polemik Yai Mim dan Sahara, Gus Yusuf Minta Alumni Tebuireng Jaga Adab
"Bakteri ini punya 5 toksin yang bisa menyebabkan saluran nafas kita seperti lumpuh oleh toksin yang dikeluarkan oleh bakteri tersebut sehingga nggak bisa mengeluarkan dahak, kumannya menetap bahkan dahaknya banyak dihasilkan tidak bisa keluar," ujar Anggraini.
Batuk pertusis bukanlah batuk ringan biasa dan terjadi selama berbulan-bulan atau dikenal batuk 100 hari.
Gejala yang biasa diderita pada bayi usia di bawah satu tahun biasanya batuk sampai muka memerah, bahkan bisa menyebabkan nafas berhenti, pendarahan di mata, infeksi paru serta kejang karena tekanan dari batuk yang terus-menerus.
Batuk pertusis baru bisa diidentifikasi setelah 3 minggu batuk tidak berhenti. Hal itu membuat penderita pertusis sudah memasukin stadium lanjut.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




