Bawaslu Kota Mojokerto dalam acara pemetaan kerawanan dan antisipasi gangguan dalam pilkada serentak.
KOTA MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Bawaslu Kota Mojokerto mulai memetakan kerawanan daerah dalam pilkada serentak, 27 November 2024 mendatang.
Pemetaan dan antisipasi gangguan pesta demokrasi 5 tahunan itu dituangkan dalam rakor bersama stakeholder dan launching pemetaan kerawanan pemilihan serentak 2024 di Hotel Lynn Kota Mojokerto, Minggu (18/6/2024).
BACA JUGA:
- Bahas Evaluasi Kinerja, KPU Kota Mojokerto Gelar Rakor
- Sah, KPU Tetapkan Gus Barra-Rizal Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Pilkada Mojokerto 2024
- KPU Kota Mojokerto Resmi Tetapkan Ning Ita-Cak Sandi Jadi Kepala Daerah Terpilih
- KPU Kabupaten Mojokerto Umumkan Hasil Audit Dana Kampanye Pasangan Idola dan Mubarok
Aparat terkait mulai dari jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari), Polres Mojokerto Kota, dan elemen masyarakat hadir dalam acara yang disertai launching secara virtual launching pemetaan kerawanan pemilihan serentak.
"Pemetaan ini penting, untuk mempermudah kita agar tidak terjadi kecurangan atau gangguan politik saat pilkada nanti," ujar Ketua Bawaslu Kota Mojokerto, Dian P.
Ia mengaku sudah memetakan 13 kerawanan di pilkada nanti. Di antaranya, terkait dengan jumlah suara sah dan tidak sah melebihi jumlah surat suara yang digunakan, adanya PHPU oleh parpol, dan juga surat suara yang kurang.
Selain itu, yang juga perlu diwaspadai, adanya ketidaksesuaian dengan C hasil, adanya pemilih DPK, salah memasukkan surat suara partai dan caleg, adanya pemilih TMS belum dicoret.
"Juga adanya kotak suara yang rusak, adanya TPS yang roboh, dan proses pemungunan suara tidak sesuai peraturan," kata Dian.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




