Anggota DPD RI terpilih periode 2024-2029, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia. Foto: Ist
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anggota DPD RI terpilih periode 2024-2029, Lia Istifhama, mendukung penolakan masyarakat terkait Thok-Thok atau adu sapi yang dianggap sebagai budaya dari Bawean, Gresik. Ia menyatakan, penolakan itu menjadi pembelajaran banyak pihak dan potret ikhtiar masyarakat menjaga nilai luhur kearifan lokal.
“Apa yang dilakukan masyarakat Bawean merupakan self reminder bagi semua pihak. Jangan sesekali men-sematkan budaya A pada sebuah wilayah yang tidak ada kaitan dengan budaya tersebut. Apalagi budaya thok-thok sapi yang mana dua sapi diadu. Ini jelas haram dan menyakitkan hewan ternak," kata perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu, Senin (20/5/2024).
BACA JUGA:
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
- IMPSB Malang Gelar ORBIT XXII, Perkuat Karakter dan Identitas Mahasiswa Bawean
- Ingat Proses Perjuangan Sulit, Anggota DPD RI Lia Istifhama Enggan Khianati Amanah Masyarakat
- Ning Lia Dukung Pembangunan RPH Halal Tingkat Provinsi
Ia pun berharap agar sikap tegas masyarakat Bawean bisa menjadi teladan bersama, “Sikap tegas seperti itu harus diteladani agar budaya di tempat lain juga terjaga nilai luhurnya. Dan agar tidak ada penumpang gelap yang pansos dengan mengkaitkan sebuah kebiasaan dengan wilayah tertentu."
Belakangan ini viral pemasangan spanduk atas nama warga Bawean yang bertebaran di Gresik dan menolak klaim yang menyebutkan, aduan sapi yang populer dengan Thok-Thok itu adalah tradisi Bawean.
Usut punya usut, penolakan muncul dari Masyarakat Adat Bawen (MAB) sebagai bentuk menyikapi unggahan Dewan Kebudayaan Gresik (DKG) di media sosial tentang Thok-Thok yang dikategorikan sebagai tradisi budaya Bawean. Namun, unggahan terkait sudah dihapus. (mdr/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




