Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, saat silaturahim dengan KH Nurul Huda Djazuli (Gus Da) di Pondok Pesantren Pondok Pesantren Al Falah Ploso desa Ploso, Modjo, Kediri, Ahad (19/5/2024). Tampak Kiai Asep juga didampingi Gus Kautsar, putra Gus Da. Foto: MMA/bangsaonline
“O, kiai sing sugih,” kata Gus Da spontan. Artinya, o kiai yang kaya.
Gus Da lalu tanya berapa umur Kiai Asep.
“70,” jawab Kiai Asep.
“Lebih tinggi saya. Saya 93 tahun,” kata Gus Da yang duduk di kursi roda.

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim dan rombongan saat ditemui Gus Kautsar dan Gus Fahim serta Gus Salam di kediaman Gus Kautsar di Pondok Pesantren Al Falah Ploso desa Ploso, Modjo, Kediri. Ahad (19/5/2024). Foto: MMA/bangsaonline.
Kiai Asep dan rombongan kemudian diajak Gus Kautsar ke kediamannya yang masih dalam lingkungan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso. Di kediaman Gus Kautsar itu Kiai Asep juga ditemui Gus Fahim (saudara sepupu Gus Kautsar), Gus Salam (Denanyar Jombang) dan yang lain.
Di kediaman Gus Kautsar Kiai Asep cukup lama. Selain membahas berbagai hal juga berdiskusi soal Gus Barra, putra sulungnya, yang kini calon bupati Mojokerto. Bahkan Gus Kautsar bertanya apakah Gus Barra juga ikut.
Baik Gus Kautsar, Gus Fahim maupun Gus Salam mengaku sangat mendukung Gus Barra sebagai bupati Mojokerto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




