Suasana Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 20 siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Pamekasan dilaporkan mengalami keracunan massal.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Pamekasan, Achmad Syamlan, membenarkan adanya peristiwa keracunan di salah satu sekolah SD. Ia mengatakan puluhan pelajar itu keracunan usai menyantap makanan kemasan.
BACA JUGA:
- Pelantikan Dekopinda Pamekasan, Bupati Sebut Gelontorkan Hampir Rp2 M untuk UMKM dan Koperasi
- Bea Cukai Madura Didesak Usut Dugaan Pabrik Rokok Bermasalah
- Kasus Kekerasan Seksual Anak Perempuan di Pamekasan Naik, Faktor Keluarga Tak Harmonis Jadi Pemicu
- DLH Pamekasan Olah Sampah Plastik hingga Maggot untuk Dongkrak PAD
"Saat mendapatkan laporan, tim kami terjunkan ke sana untuk mengecek dan menginvestigasi ke sekolah itu, ternyata benar ada puluhan siswa yang diduga keracunan makanan kemasan," katanya saat dikonfirmasi BANGSAONLINE.com, Senin (6/5/2024).
Ia menjelaskan 20 siswa-siswi itu mengalami gejala keracunan seperti pusing, mual, pusing, dan muntah.
Achmad melanjutkan, pihaknya sudah mengambil sampel makanan untuk dikirim ke Surabaya guna mengetahui secara pasti penyebab dugaan keracunan makanan di sekolah itu.
"Estimasi selesai prosesnya sekitar 1 mingguan lagi. InsyaAllah minggu depan sudah kami terima data itu (hasil pemeriksaan sampel). Alhamdulillah, tidak ada yang dirawat di puskesmas, karena puluhan siswa itu hanya mengalami mual dan muntah biasa," tuturnya.
Diketahui, pasca kejadian tersebut, dinkes bersama dinas pendidikan, disperindag, kepala sekolah, guru, petugas UKS, dan pengelola kantin sekolah melakukan penyuluhan dan sosialisasi keamanan jajanan sekolah agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di Pamekasan. (dim/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






