Gubernur Khofifah saat meninjau penyaluran bantuan permodalan untuk masyarakat di Kabupaten Pasuruan. Foto: M. ANDY FACHRUDIN/BANGSAONLINE
"Tidak ada yang dobel penerima manfaat. Mereka ini belum pernah menerima bantuan apapun dari Pemerintah kota atau kabupaten. Makanya dialokasikan oleh Ibu Gubernur melalui P-APBD," paparnya.
Sementara itu, Khofifah menegaskan bahwa bantuan yang diberikan kepada warga miskin ekstrem di Kabupaten Pasuruan terbukti menjadi stimulan yang sangat efektif dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem. Dalam artian merubah yang tadinya miskin ekstrem menjadi tidak miskin ekstrem lagi.
"Bantalan sosial seperti ini jadi format yang sangat efektif dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem di daerah, Supaya tidak jadi jamilah dan sadikin lagi. Sakit sedikit miskin," ucapnya.
Di Jawa Timur, angka kemiskinan ekstrem di tahun 2020 sebanyak 4,4 juta orang. Sedangkan hingga september 2023 lalu, persentasenya sudah turun drastis hingga menyisakan 0,82 persen.
"Angka kemiskinan ekstrem di Jatim sudah mendekati nol di tahun ini. Mudah-mudahan sesuai dengan target yang diharapkan Presiden Jokowi, Jatim nol persen kemiskinan ekstrem tahun 2024," urai Khofifah.
Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto, berterima kasih kepada Gubernur Khofifah yang begitu peduli dengan masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. Khususnya warga yang masuk kategori miskin ekstrem.
"Terima kasih atas kepedulian Ibu Gubernur yang berjuang keras untuk bagaimana bisa mengentaskan kemiskinan ekstrem di Jatim, termasuk di Kabupaten Pasuruan sampai nol persen di tahun 2024 mendatang," katanya. (maf/par/dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




