Dulu Jelekkan Prabowo, Kini Memuji Setinggi Langit, Mereka Dijinakkan Peternak Kekuasaan

Dulu Jelekkan Prabowo, Kini Memuji Setinggi Langit, Mereka Dijinakkan Peternak Kekuasaan Islah Bahrawi. Foto: instagram

“Syahdan, demi menjadikan Yazid bin Muawiyah sebagai khalifah berikutnya, Muawiyah berubah menjadi pemimpin yang brutal,” kata Islah Bahrawi.

Menurut dia, moral tak tergantung sistem politiknya, namun tentang bagaimana seseorang memegang kekuasaan. Ia menilai sosok Presiden Jokowi membuat hambar orang yang menyuarakan reformasi dan demokrasi Pancasila.

“Soal moral memang tidak tergantung oleh sistem politiknya, tapi ditentukan "segila" apakah seseorang untuk terus mencengkeram kekuasaan. Nafsu kekuasaan seorang Jokowi ternyata membuat hambar kami semua yang selama ini menyuarakan tegaknya reformasi dan demokrasi Pancasila,” tulis Islah Bahrawi.

Ia berpendapat, kita percuma melawan Khilafah jika Presiden Jokowi justru mempraktikkan sistem politik Khilfah.

“Percuma selama ini kita melawan gerakan "Daulah Khilafah" jika Jokowi yang menjadi produk demokrasi ternyata berkelakuan sama seperti Khalifah. Kami telah dikhianati tanpa malu-malu.” Tegas Islah Bahrawi.

Ia pun menyebut percuma berkeliling daerah membangun kesadaran soal demokrasi.

“Maka mulai detik ini kami akan berhenti berkeliling ke setiap pelosok untuk membangun kesadaran masyarakat tentang demokrasi. Kami telah dipermalukan oleh simbol demokrasi sendiri,” tegas Islah Bahrawi yang bekerja sebagai Tenaga Ahli Radikalisme, Ektremisme da Terorisme Mabes Polri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO