Inlet Ganesha, Terowongan Saksi Bisu Dahsyatnya Letusan Gunung Kelud

Inlet Ganesha, Terowongan Saksi Bisu Dahsyatnya Letusan Gunung Kelud Para wisatawan saat akan memasuki Inlet Ganesha. Foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

Baru, ketika wisatawan sudah puas menikmati keindahan kawah -kelud" rel="tag">Gunung Kelud, pulangnya bisa melalui jalan di bekas bukit yang telah rata itu. 

(Bunga Abadi Edelweiss yang tumbuh di sekitar kawah -kelud" rel="tag">Gunung Kelud. Foto: dok. MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE)

Di atas , para wisatawan juga bisa menikmati keindahan bunga langka atau bunga abadi edelweis.

Khoirul Huda, Petugas Pos Pengamatan -kelud" rel="tag">Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten , membenarkan bahwa di sekitar kawah -kelud" rel="tag">Gunung Kelud sudah dibangun 7 .

"Terowongan (Inlet) Ganesha sendiri dibangun antara tahun 1923 - 1926. Bersamaan itu, juga dibangun Ampera sepanjang 900 meter lebih yang berada di bawah Ganesha," kata Khoirul Huda, Selasa (2/1/2024).

Huda menyebut bahwa bangunan di kedua ujung Ganesha yang saat ini nampak baru, direhab pada tahun 2018. 

Sementara bagian dalam yang panjangnya 200 meter dibangun pada tahun 1923.

Tujuan dibangun sejumlah tersebut, lanjut Huda, agar bisa mengalirkan air kawah keluar dari kawah dan untuk mengurangi dampak letusan.

Di mana saat ini volume air kawah -kelud" rel="tag">Gunung Kelud sekira 2 - 2,5 juta meter kubik.

"Jadi posisi air kawah -kelud" rel="tag">Gunung Kelud saat ini sudah kembali ke posisi sebelum erupsi tahun 1990. Karena saat sebelum erupsi tahun 1990, volume air kawah -kelud" rel="tag">Gunung Kelud juga sekitar 2,5 juta meter kubik," katanya. (uji/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'BI Kediri Gelar Bazar Pangan Murah Ramadhan 2024':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO