Pj Wali Kota Kediri, Zanariah (nomor 4 dari kanan), saat menerima APE 2023. Foto: Ist
Ia menjelaskan, Kota Kediri memiliki beberapa program unggulan responsif gender. Mulai dari Prodamas Plus, Service City Card, Home Care Peduli, Asuransi Kesehatan Universal (UHC), Pendidikan Gratis dan Berkualitas, Penciptaan Wirausaha Baru, Koperasi RW, Kampung Kreatif dan Independen, serta 1 Kelurahan 1 RTH.
Ada pula program-program inovasi responsif gender, Home Care Peduli, Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), Japri WEE, Posyandu Jiwa Gema Sahaja, Gerakan Masyarakat Sadar dan Peduli Stunting (Gemar Posting), Pelatihan Ketrampilan dan Kewirausahaan bagi Perempuan, Japri PWD, Selimut Hati, PMT Menu Lokal, serta Pelatihan Wirausaha Kecantikan bagi Perempuan Korban Kekerasan.
"Program-program yang sudah kita lakukan ini akan terus kita tingkatkan. Capaian prestasi yang sudah diraih menjadi motivasi untuk terus melayani masyarakat dengan baik. Khusunya pada pengarusutamaan gender," urai Zanariah.
Dalam penilaian APE 2023, terdapat 16 kementrian/lembaga, 28 provinsi, dan 316 kabupaten/kota yang mengikuti evaluasi mandiri. Selanjutnya dilakukan verifikasi administrasi, verifikasi lapangan, dan verifikasi final.
Dari tahapan tersebut terpilihlah 12 kementerian/lembaga, 25 provinsi, dan 237 kabupaten/kota yang meraih APE tahun 2023. Dimana para penerima APE dibagi ke dalam lima kategori, yakni, Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan Mentor. (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




