Menurut politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, yang menjadi perhatian dalam kasus pemotongan gaji ini bukan masalah nominalnya, melainkan etika dan moralitas oknum kepala sekolah. Ia menilai tindakan kepala sekolah sama dengan tidak menghargai profesi guru dan tenaga pendidik.
Fadol mecurigai kasus seperti ini tidak hanya terjadi di SDN Tamberu Barat 1, tetapi juga di sekolah lainnya. Ia juga menyayangkan pihak sekolah yang sempat mengintimidasi guru yang mengungkap pemotongan gaji.
“Kasus seperti ini dikhawatirkan juga terjadi di sekolah lain,” tegasnya.
Sedangkan Sekretaris Dinas Pendidkan (Disdik) Sampang, Muhammad Imran, berhatap masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaaan. Apalagi kepala sekolah dan bendahara kepada telah meminta maaf.










