Tangkapan layar video klarifikasi Pandawara Group, terkait pantai terkotor no 4 di Indonesia. Foto: Instagram.com/pandawaragroup
SUKABUMI, BANGSAONLINE.com - Pandawara Group, Kelompok anak muda yang sempat gemparkan dunia maya karena menyebut Pantai Cibutun Loji di Sukabumi, Jawa Barat, merupakan pantai terkotor ke 4, kini mereka memberikan penjelasan.
Menurutnya, sebutan tersebut untuk menjelaskan urutan tempat-tempat yang sudah dibersihkan oleh mereka.
BACA JUGA:
- Heboh! Pasangan Sejoli Terekam Kamera Mesum di Kawasan Kampus Universitas Jember
- Syaikh Mamduh Mesir Ungkap 5 Kriteria Informasi Berkualitas untuk Medsos di PP Amanatul Ummah
- Viral Pengendara Motor di Surabaya Bawa Kardus Berisi Barang Harga Rp70 Jutaan
- Acara Olahraga Besar di Jawa Barat 2026 yang Mempererat Persaudaraan Komunitas
"Kami ingin mengklarifikasi bahwasannya pantai terkotor nomor 4 itu adalah urutan kunjungan Pandawara, bukan urutan ataupun peringkat ataupun penobatan ranking," ujar Pandawara di video yang diunggah di akun Instagram mereka @pandawaragroup, Kamis (5/10/2023).
Mereka juga mengklarifikasi, bahwa tidak ada pihak yang menolak mereka membersihkan pantai tersebut.
"Kita pun ingin menyampaikan bahwasannya tidak ada satu unsur penolakan, entah itu dari karang taruna, ormas, ataupun kepala desa setempat, melainkan pada saat memang kita survei pertama pun pihak-pihak beliau-beliau ini mendukung," ujar Pandawara yang juga didampingi sejumlah pihak, di antaranya karang taruna dan kepala desa Sangrawayang.
"Maka dari itu untuk kalian semua, setop untuk saling menyalahkan pihak manapun. Termasuk karang taruna dan pihak desa setempat," kata Pandawara.
Sebelumnya, video unggahan anak muda tersebut sempat viral dan mendapatkan penolakan dari Kepala Desa Sangrawayang, Muhtar.
Muhtar sendiri, mengklarifikasi dirinya tidak pernah menolak aksi bersih-bersih pantai yang dilakukan oleh Pandawara tersebut. Namun, dirinya menyayangkan, aksi itu, diunggah di media sosial.
Akhirnya, pada Jumat (6/10/2023) Pandawara Group melakukan bersih-bersih dengan masyarakat sekitar, aparat desa, karang taruna dan sejumlah instansi lainnya. (rif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




