Petugas DPUTR Sumenep saat meninjau lokasi pembangunan TPS.
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Pembangunan TPS (tempat pembuangan sampah) di Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota, Sumenep, ditolak warga. Oleh karena itu, pembangunannya diletakkan di Desa Pabian, tepatnya berdekatan dengan batas sebelah barat Bandar Udara Trunojoyo.
Kepala Bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep, Dedi Falahuddin, menyatakan jika pembangunan TPS di tempat yang sebelumnya merupakan area Rumah Potong Hewan (RPH) ditolak warga, atas saran dinas lingkungan hidup untuk membangun TPS di tempat yang jauh dari permukiman.
BACA JUGA:
- Harga Garam di Gili Raja Sumenep Turun Saat Musim Produksi Mulai Ramai
- 1.356 CJH Sumenep Berangkat ke Tanah Suci, Wabup Ingatkan Cuaca Ekstrem di Makkah
- YBM PLN Salurkan Bantuan Ternak Kambing untuk Buruh Serabutan di Sumenep
- Sambut Musim Tanam Tembakau, Petani Sumenep Mulai Semai Bibit, Harga Capai Rp50 Ribu per Ikat
"Pembangunan TPS di sebelah timur SMA PGRI Sumenep, akan dibangun melalui PAK 2023. Sebentar lagi akan dimulai setelah PAK sudah didok," ujarnya, Rabu (4/10/2023).
Menurut dia, apabila penambahan TPS khususnya yang bisa dikelola sangat penting agar penumpukan sampah di TPA dapat berkurang. Selain juga dapat memanfaatkan sampah menjadi uang dengan daur ulang dan pembuatan pupuk untuk sampah basah.
Di samping itu, juga untuk membangun kesadaran masyarakat untuk membuang sampah di tempat yang disediakan masih kurang. Sehingga, selain membantu petugas DLH Sumenep untuk pengangkutan sampah ke TPS terdekat, juga meningkatnya sampah rumah tangga yang perlu dicarikan solusi penampungannya.
"Masih ada setidaknya 5 unit TPS yang akan dibangun dalam waktu dekat dengan besaran anggaran sekitar Rp200 juta, seperti di Desa Pabian, Ambunten Timur, Larangan Kerta, Saroka dan Pasongsongan," urai Dedi. (aln/sis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




