Pemakaman Peltu Kohar, Juru Mesin Hercules Maut, Tetap Khidmat Tanpa Tembakan Salvo

Pemakaman Peltu Kohar, Juru Mesin Hercules Maut, Tetap Khidmat Tanpa Tembakan Salvo Jenazah Kohar saat hendak dikebumikan di makam umum Desa/Kecamatan Gedeg. (foto: gunadhi/BANGSAONLINE)

Dikatakan, pihak keluarga mengucapkan beribu-ribu terima kasih atas penghormatan dari Negara hingga almarhum diserahkan ke pihak keluarga. "Merupakan penghargaan yang sangat kami hormati. Mudah-mudahan dengan kematian ini, adalah kehendak allah. Semoga almarhum mendapat tempat yang layak dari Allah SWT," kata Shoqibul di hadapan ratusan petakziah.

Meski tanpa diadakannya upacara militer di tempat pemakaman umum serta tidak ada tembakan salvo, prosesi pemakaman terlihat khidmat.

Sekitar pukul 03.00 jenazah Peltu Ibnu Kohar dikebumikan dengan cara islami. Tampak istri, anak serta kerabat almarhum dengan pandangan berkaca-kaca melihat prosesi pemakaman.

Sekedar diketahui, almarhum meninggalkan istrinya, Istibsyaroh (41) dan 2 putrinya, Firda yang masih duduk dibangku kelas XII SMA, dan Dila kelas V SD di Malang. Almarhum bersama isterinya lahir di Dusun Gedeg Kulon, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Setelah keduanya melangsungkan pernikahan, pasangan suami isteri (Pasutri) itu memilih tinggal di Asrama Militer Skuadron 32 Pangkalan Udara Abdurrahman Saleh Malang. Peltu Ibnu Kohar memilih mengawali karirnya dengan mendaftar sebagai anggota TNI, mengikuti jejak sang ayahnya. (gun/rvl)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Minta Pesawat yang Bisa Mendarat di Matahari':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO