Puluhan wartawan dari Bojonegoro dan Tuban saat berada di Lapangan Minyak Banyu Urip, Selasa (19/9/2023). Foto: Ist.
Salah satunya program Sekolah Lapang Pertanian yang ada di Desa Bonorejo. Di demplot pertanian itu, para awak media bertemu dengan para petani dan mendapat cerita manfaat program tersebut.
“Pertanian alami yang kita kembangkan di sini menyadarkan para petani di desa bahwa pertanian ramah lingkungan menguntungkan dari sisi ekonomi dan alam,” tutur Heru Cahyo salah satu warga setempat.
Ia menuturkan, sekolah Lapang Pertanian di Bojonegoro dimulai pada tahun 2020. Untuk tahun ini, kegiatan dilaksanakan di enam desa di Kecamatan Gayam dan dua desa di Kecamatan Kalitidu.
Jumlah petani yang terlibat langsung dalam Sekolah Lapangan mencapai 638 orang petani laki-laki dan perempuan, serta 410 orang petani penerima manfaat secara tidak langsung.
"Umumnya mereka menggunakan pengendali hayati, kompos, maupun pupuk organik cair dari kelompok Sekolah Lapang Pertanian," imbuhnya.
Perjalanan para awak media diakhiri dengan sepak bola persahabatan. Tim dari Bojonegoro melawan tim Tuban serta narasumber. Camat Gayam serta Kapolsek dan Danposramil hadir mengikuti sepak bola.
“Kesempatan langka bagi kami untuk bisa bercengkrama dengan para wartawan seperti ini,” cetus Kapolsek Gayam, AKP Bambang Trenggani.(gun/sis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




