Krismono saat melakukan kunjungan kerja di Lapas Ngawi.
Kemudian, ia juga mengajak semua jajaran Pemasyarakatan agar terus melaksanakan Instruksi dari Dirjenpas tentang 3+1, yaitu Deteksi Dini, Pemberantasan Narkoba, Sinergitas dengan APH dan Back To Basic.,
Menurut Krimono, kunci utama dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi Tematik, yaitu memberikan pelayanan yang langsung berdampak kepada masyarakat dan warga binaan.
"Bagi yang bertugas di penjagaan, laksanakan tugas sesuai SOP dan jadilah intelijen dengan mencari informasi-informasi yang terjadi di dalam blok hunian, lalu sampaikan kepada atasan. Kemudian yang bertugas di pembinaan lakukan pembinaan dengan baik dan benar, agar warga binaan mendapatkan ilmu yang lebih baik guna digunakan nantinya setelah bebas," terangnya.
Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama dengan penuh profesionalisme dan integritas, serta tidak melakukan penyimpangan dan tidak menerima segala bentuk pungutan liar dan gratifikasi.
Dalam penutupnya, Krismono juga menyampaikan kepada seluruh jajaran untuk tidak melakukan Pungli dalam bentuk apapun. Dengan meneriakkan slogan ‘STOP PUNGLI, PASTI BISA 3x’.
"Lakukan mitigasi risiko menyeluruh, berpikirlah resiko sebelum bertindak" tutupnya.(nal/sis)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




