Kegiatan belajar mengajar SMP Al-Lathifi Sampang. Foto : MUTAMMIM/BANGSAONLINE
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Sebagian siswa SMP Al-Lathifi Sampang terpaksa belajar di tempat tongkrongan kopi karenakan ruang kelas tempat kegiatan belajar mengajar kurang. Namun, kurangnya ruang kelas itu hingga kini belum ada bantuan dari pemerintah daerah setempat.
Kondisi sekolah yang ada di Dusun Kasangkah, Desa Banyukapah, Kecamatan Kedungdung, Sampang, mendapatkan perhatian serius dari dewan pendidikan dan wakil rakyat agar dinas terkait turun ke lokasi.
BACA JUGA:
- Lepas 618 CJH ke Tanah Suci, Bupati Sampang Titip Doa untuk Daerah
- Diskopimdag Sebut Konflik Timur Tengah Belum Pengaruhi Harga Pangan di Sampang
- Bukan karena Konflik Timteng, Pemkab Sampang Sebut Stok LPG Dipengaruhi Permintaan Tinggi
- Konflik Timur Tengah Masih Panas, Disnaker Sampang Sebut Pengiriman Pekerja Migran Tetap Berjalan
Oleh sebab itu, dampak dari kurangnya ruang belajar berakibat jalannya proses belajar mengajar tidak maksimal. Sebagian siswa belajar diruang terbuka dan di teras rumah warga.
Maisaroh siswa SMP Al-Lathifi kelas VII mengatakan, dia berangkat ke sekolah dari rumahnya berjalan kaki dengan jarak tempuh sekitar 4 kilo meter. Ia merasa banggsa meskipun belajar diruang terbuka.
"Kalau berangkat dari rumah ke sekolah sekitar 30 menit karena lumayan jauh, sesampainya di sekolah belajarnya di tempat tongkrongan gegara ruang kelas belajar tidak cukup," ujarnya kepada BANGSAONLINE.com, Sabtu (5/8/2023).
Meski begitu, dia tetap semangat belajar menimba ilmu dengan fasilitas dan sarana prasarana yang ada agar cita-cita yang diimpikan bisa diwujudkan.
"Keterbatasan ini tetap dimaksimalkan demi mencari ilmu walaupun tempat belajar di tempat tongkrongan," ungkapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




