Ilustrasi kekeringan dampak dari El-Nino (dok. PMJ)
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi ancaman El Nino pada Agustus-September 2023 lebih parah.
Kekeringan yang melanda di Indonesia akibat El Nino diprediksi lebih parah dari tiga tahun sebelumnya.
BACA JUGA:
- BREAKING NEWS! Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Malang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
- Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Jember Minta Warga Hemat Air hingga Waspada Karhutla
- Prakiraan Cuaca Jember Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 23-31°C, Kecepatan Angin 6.3 m/s.
- Prakiraan Cuaca Banyuwangi Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 24-30°C, Kecepatan Angin 10.5 m/s.
Selain itu BMKG juga menyebut fenomena tersebut berpotensi mengganggu ketahanan pangan nasional.
Hal ini disebabkan karena adanya ancaman gagal panen pada lahan pertanian tadah hujan.
"Lahan pertanian tadah hujan masih menggunakan sistem pertanian tradisional. Selain itu, kondisi kekeringan ini juga dapat berujung kepada bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)," kata BMKG dikutip dari laman instagramnya, Selasa (1/8/2023).
Parahnya tingkat kekeringan yang melanda Indonesia itu juga diakibatkan oleh Indian Ocean Dipole (IOD).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




