Senin, 13 Juli 2020 02:33

Karya Lima Mahasiswa FTI ITS, Cangkang Telur Bisa Jadi Pupuk Kaya Kalsium

Senin, 22 Juni 2015 23:05 WIB
Karya Lima Mahasiswa FTI ITS, Cangkang Telur Bisa Jadi Pupuk Kaya Kalsium
FOR-EGGS. Alat pengolah limbah cangkang telur menjadi water soluble calcium karya mahasiswa FTI ITS. (foto: rochmatun nisa/BANGSAONLINE)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pengelolaan sampah organik yang dijadikan pupuk kompos selama ini kebanyakan masih berasal dari tumbuhan, padahal sampah dapur organik pun bisa dimanfaatkan. Oleh karena itu, lima mahasiswa ITS menawarkan kontribusinya untuk memperbaiki pengelolaan sampah tersebut melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2015 ini.

Mereka adalah Niki Entruly, Aisyah Dewi Muthi'ah, Lintang Delia Putri, Redhian Yoga Putranto dan Moch Ilham Riswanda. Diawali dengan ketertarikan lima mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) tersebut terhadap program Eco Campus di ITS, akhirnya berbuah sebuah karya.

Dengan judul karya FOR-EGGS: Mesin Pembuat Water-Soluble Calcium sebagai Solusi Pengelolaan Limbah, Niki dan kawan-kawan menciptakan alat pengolah cangkang telur menjadi pupuk. FOR-EGGS merupakan mesin pengolah limbah cangkang telur menjadi water soluble calcium yang berguna untuk pertumbuhan tanaman.

Sistem kerjanya ada dua, yakni sistem kerja penggilingan kopi sebagai penghancur cangkang dan heater sebagai pengering cangkang telur. FOR-EGGS ini dibuat untuk membantu dalam pengolahan limbah cangkang telur dan hasilnya yang berupa water soluble calcium dapat menjadi suplai nutrisi kalsium.

Awalnya, ada dua program Eco Campus yang membuat Niki dan kawan-kawan tertarik untuk mengevaluasi. Yang pertama adalah composting center dan yang kedua urban farming. Program composting center adalah program yang ditujukan untuk mengolah sampah dari kegiatan akademik dan non akademik yang ada di lingkungan ITS.

“Namun sampah dapur organik yang ada di lingkungan ITS seperti kantin ITS, masih belum dimaksimalkan selama ini,” ujar Niki, ketua tim.

Salah satu sampah dapur organik yang ada di lingkungan ITS adalah cangkang telur.

Padahal 97 persen kandungan kalsium dalam cangkang telur berpotensi menjadi bahan untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit layu Fusarium. Selain itu, kandungan kalsium dalam cangkang telur dapat dimanfaatkan untuk membantu pertumbuhan tanaman, seperti padi dan tomat.

Sehingga karya ini juga bermanfaat untuk program ITS Eco Campus Urbang Farming. Urban farming adalah program yang memanfaatkan sejumlah lahan kosong di lingkungan kampus ITS untuk ditanami tanaman organik. Salah satunya adalah tomat. Kebutuhan kalsium tanaman tomat tersebut nantinya dapat dipenuhi dengan hasil pengolahan cangkang telur yang kaya kalsium.

Menurut pengelola ITS Urban Farming, alat tersebut berpotensi megurangi biaya pengeluaran pupuk di ITS Urban Farming dan membantu peningkatan kualitas produk. Ke depan, apabila nantinya dapat menggandeng sentra makanan di sekitar ITS untuk pegumpulan cangkang telur, maka diharapkan semakin banyak pihak yang dapat diuntungkan dari produksi water soluble calcium ini. (nis/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Sabtu, 11 Juli 2020 01:28 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...