Pembukaan Rakerkomwil IV ke-18 Apeksi di Kota Pasuruan diwarnai beragam penampilan kesenian.
"Menurut saya ini rakerkomwil dengan citarasa rakernas. Sentuhan Gus Ipul sangat terasa di pembukaan ini," kata Bima mengawali sambutannya.
Pria yang merupakan Wali Kota Bogor ini mengapresiasi totalitas Kota Pasuruan dalam menjadi tuan rumah. Mulai dari memberikan sambutan hingga suguhan hidangan.
Bima Arya mengingatkan bahwa Apeksi bukan hanya wadah untuk mengadakan seremoni dan diskusi. Ia menegaskan bahwa yang menjadi poin utama dalam kegiatan ini adalah silaturahmi.
"Yang khas dari Apeksi adalah guyubnya. Kalau sudah kumpul, kita suka lupa partainya apa," kelakarnya.

Bima juga menyinggung sedikit tentang program Apeksi yang dipimpinnya, yaitu mengawal dan mengkritisi otonomi yang jika tidak dijaga berpotensi untuk tergelincir.
"Target pertumbuhan ekonomi, target investasi boleh jadi yang utama, namun jangan lupakan local wisdom, local value, semangat otonomi harus diapresiasi," pesannya.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang turut hadir juga terkesan dengan banyaknya hal baru yang selalu disuguhkan oleh Kota Pasuruan setiap kali dirinya berkunjung.
"Selamat datang para wali kota di Kota Pasuruan. Inilah little Madinah. Tadi kita saksikan sajian budaya yang saya rasa tidak kalah dengan Malang dan Surabaya," ujar Khofifah.
Khofifah berharap Rakerkomwil IV Apeksi ke-18 di Kota Pasuruan yang beralngsung hingga 23 Juni mendatang menjadi forum strategis untuk menyiapkan kerangka kemajuan yang bisa terukur dari proses pertemuan Apeksi (par/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




