Agus Mujiono saat mendampingi tim pelayanan kesehatan hewan memeriksa salah satu hewan kurban. Foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
Ditambahkan Yhuni, bahwa pemeriksaan yang utama adalah pemeriksaan fisik hewan. Dari kondisi fisik, bisa diketahui apakah hewan itu sehat atau menunjukkan gejala sakit.
Kalau hewan itu sehat, lanjutnya, ditandai dengan gerak yang aktif, tidak demam, tidak ada lelehan yang keluar dari mata dan hidung, maupun mencret. Dilihat dari bulunya yang tampak mengkilap, menunjukkan bahwa hewan itu sehat.
"Hasil pemeriksaan sampai dengan hari ini (Senin, 19/6/2023) yang dilakukan di pasar hewan dan tempat penjualan hewan kurban, tidak ditemukan hewan yang terindikasi penyakit, utamanya penyakit PMK dan LSD (Lumpy Skin Disease)," pungkasnya.
Sementara itu, Agus Mujiono mengaku senang dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh tim kesehatan hewan dari Pemkab Kediri ini.
"Alhamdulillah, setelah diperiksa, hewan ternak sapi dan kambing di peternakan kami, dinyatakan sehat semua," kata Agus.
Menurut Agus, menjelang Idul Adha 2023 ini, permintaan hewan kurban yang banyak adalah jenis sapi. Sementara untuk kambing ada permintaan tapi sedikit menurun dibandingkan dengan tahun lalu.
"Harga hewan di tempat kami, untuk sapi berkisar antara Rp20 juta sampai Rp40 juta per ekor. Sedang untuk kambing antara Rp2,5 juta sampai Rp7,5 juta per ekor," kata Agus. (adv/pkp)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




